5 Kisah Tragis Pelajar Tewas Saat Tawuran


Para pemuda harapan bangsa, kalimat itu seringkali kita dengar di dalam kehidupan sehari-hari. Namun justru kita sering melihat para pemuda terlibat tawuran.

5 Cerita tragis pelajar tewas saat tawuran

Tawuran antar pelajar belakangan ini sering terjadi. Tak jarang banyak pelajar yang mati konyol. Ironisnya hal ini tak membuat jera, tapi justru semakin beringas. 

Berawal dari saling lihat, ejek-mengejek antar sekolah, kemudian berujung pada aksi saling lempar batu. Hal ini menjadi rutin dilakukan, bahkan tidak tanggung-tanggung beberapa pelajar berani membawa senjata tajam.

Berikut kisah tragis yang dialami para pelajar saat tawuran.

1. Pelajar SMA 6


SMA 70 dan SMA 6, Jakarta Selatan, bagai minyak dan air yang tidak akan bisa menjadi satu. Seolah sudah menjadi tradisi perselisihan antar dua sekolah elit ibu kota tersebut.

Sampai akhirnya, salah satu siswa SMA 6 bernama Alawi menjadi korban tawuran pada 24 September 2012. Alawi yang saat itu ingin pulang usai berkumpul bersama teman-temannya tiba-tiba diserang sekelompok siswa dari SMA 70.

Tidak sempat menghindar, Alawi disabet celurit di bagian dada hingga bercucuran darah. Alawi yang sempat dilarikan ke RS Muhammadiyah, Kebayoran Baru.

Namun, nyawa Alawi tetap tidak tertolong dan meninggal dunia. Pelaku bernama Fitra Ramadhan berhasil ditangkap polisi di Yogyakarta.

2. Pelajar SMK Yanke

5 Cerita tragis pelajar tewas saat tawuran

Antara SMK Yanke dan Kartika Zeni jarang terlibat tawuran. Hingga pada 26 September 2012 sekitar pukul 14.00 WIB salah satu siswa SMA Yanke tewas dibacok di bagian dada dengan menggunakan celurit.

Korban bernama Deni Januar (17). Deni yang terlibat tawuran di sekitar Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan ini berniat lari bersama teman-temannya untuk menghindari serangan SMK Kartika Zeni.

Nahas, pelaku yang bernama Apu (16) berhasil membacoknya dari belakang. Deni sempat dibawa ke RSCM untuk mendapat pertolongan namun karena kehabisan darah nyawa Deni tidak sempat tertolong.

3. Pelajar SMK 39

5 Cerita tragis pelajar tewas saat tawuran

Ahmad Yani (16) harus meregang nyawa akibat tawuran di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur pada 29 Agustus 2012. Yani kelas 1 SMK 39 ini tewas karena mengalami luka serius di bagian punggung.

Berdasarkan saksi mata, Ahmad Yani dibacok saat lari. Korban pun sempat dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Islam, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Namun korban tidak berhasil ditolong karena kehabisan darah.

4. Pelajar SMP 6


Seorang siswa SMP N 6 Jakarta Timur, bernama Jasuli (16), tewas tertabrak kereta di sekitar Stasiun Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur. Remaja ini kehilangan nyawanya karena tertabrak kereta api saat dirinya dikejar oleh kelompok pelajar lain.

Dalam keadaan panik Jasuli bahkan sempat beberapa kali berlari dari satu jalur kereta api ke jalur kereta lainnya hingga tiba-tiba sebuah kereta api dari arah Stasiun Kota menuju Stasiun Bekasi menabrak dan menyeret tubuhnya.

5. Pelajar SMP Al’Hidayah

5 Cerita tragis pelajar tewas saat tawuran

Dalam keadaan hujan, SMP Al’Hidayah dan SMP 76 Bekasi terlibat tawuran. Ucok (15) tewas ditikam parang di bagian dada. Ucok yang sempat memberikan perlawanan dengan memukul menggunakan bambu kalah dengan tikaman parang tersebut.

Pelaku langsung ditangkap di rumahnya dan beberapa orang yang terlibat tawuran juga ditangkap di tempat berbeda.

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment