Sifat yang Harus Diketahui Sebelum Memilih Alat Biometrik


absensi sidik jari biometrik

Dewasa ini, teknologi biometrika (sidik jari dan lain-lain) banyak digunakan di banyak bidang. Oleh karena itu sebelum memutuskan tipe biometrik mana yang akan digunakan, perlu diketahui terlebih dahulu sifat-sifat dari alat biometrik tersebut. Apakah lebih cocok menggunakan absensi sidik jari, face recognition, hand punch, retina, iris atau jenis biometrik yang lain?. Jangan sampai kita salah memilih jenis biometrik yang akan digunakan, sehingga tidak efektif dan efisien.
Beberapa sifat yang harus diperhatikan sebelum memilih alat biometrik, antara lain sebagai berikut :
1. Keunikan.
Keunikan berarti seberapa jauh sifat alat biometrik mampu membedakan seseorang dengan orang lain. Seperti contoh :
  • Wajah = Kurang baik
  • Sidik jari = Baik
  • Retina = Baik
  • Iris = Baik
  • DNA = Baik
  • Suara = Kurang baik
  • Ukuran tangan = Sedang
  • Tanda Tangan = Kurang baik.
2. Stabilitas
Stabilitas atau permanen berarti seberapa tahan biomterik terhadap perubahan. Sebagai contoh sidik jari tidak akan dipengaruhi faktor usia, tapi terpengaruh oleh faktor kecelakaan, bahan kimia dan lain-lain. Lebih jelas sebagai berikut :
  • Wajah = Sedang
  • Sidik jari = Baik
  • Retina = Sedang
  • Iris = Baik
  • DNA = Baik
  • Suara = Kurang baik
  • Ukuran tangan = Sedang
  • Tanda Tangan = Kurang baik.
3. Kemudahan dikoleksi atau Kolektabilitas
Hal ini berarti seberapa jauh sifat biometrika mudah diukur dan diperoleh dari seseorang. Contohnya sidik jari mudah sekali untuk discan atau dikukur dan diambil. Kolektabilitas biometrik yang lain :
  • Wajah = Mudah
  • Sidik jari = Mudah
  • Retina = Sulit
  • Iris = Sedang
  • DNA = Sulit
  • Suara = Sedang
  • Ukuran tangan = Mudah
  • Tanda Tangan = Mudah
4. Universalitas
Universalitas maksudnya adalah seberapa jauh sifat biometrik tersebut dimiliki seseorang. Contoh : sidik jari dimiliki semua orang yang normal. Beberapa sifat universal biometrik yang lain :
  • Wajah = Baik
  • Sidik jari = Sedang
  • Retina = Baik
  • Iris = Baik
  • DNA = Baik
  • Suara = Baik
  • Ukuran tangan = Sedang
  • Tanda Tangan = Kurang baik
5. Kinerja
Kinerja mengacu pada seberapa cepat dan teliti alat biometrik bekerja. Contoh alat absensi sidik jari bisa mengambil gambar sidik jari kurang dari satu detik dengan akurat dan handal sehingga sangat cocok digunakan untuk absensi karyawan dengan jumlah karyawan yang banyak. Sedangkan alat face recognition memerlukan waktu yang agak sedikti lama untuk mengambil sample. Secara lebih jelas sebagai berikut :
  • Wajah = Kurang baik
  • Sidik jari = Baik
  • Retina = Baik
  • Iris = Baik
  • DNA = Baik
  • Suara = Tidak baik
  • Ukuran tangan = Sedang
  • Tanda Tangan = Tidak baik
6. Akseptabilitas
Akseptabilitas adalah tingkat penerimaan masyarakat terhadap alat biometrik. Contohnya face recognition disukai masyarakat karena tidak ada kontak dengan alat. Tingkat akseptabilitas jenis biometrik yang lain sebagai berikut :
  • Wajah = Baik
  • Sidik jari = Sedang
  • Retina = Kurang baik
  • Iris = Kurang baik
  • DNA = Kurang baik
  • Suara = Baik
  • Ukuran tangan = Sedang
  • Tanda Tangan = Baik
7. Circumvention
Hal ini berarti seberapa sulit alat biometrik ditipu dan dikeco alias diakali. Sebagai contoh alat sidik jadi tidak mudah untuk diakali oleh seseorang. Detailnya yang lain seperti di bawah ini :
  • Wajah = Kurang baik
  • Sidik jari = Baik
  • Retina = Baik
  • Iris = Baik
  • DNA = Kurang baik
  • Suara = Kurang baik
  • Ukuran tangan = Sedang
  • Tanda Tangan = Kurang baik
Demikian beberapa sifat yang harus diketahui dan diperhatikan oleh user ketika akan memutuskan akan menggunakan jenis biometrik yang mana untuk digunakan.

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment